The Real One
July 28th, 2007 by drooBlog gue yang sebenarnya ada di http://desperadroo.blogspot.com
Maen ke sana ya?
Trus yang ini buat apa? Yang ini cuma buat teaser aja. Gak penting banged. Hwehehehe.. XD
Blog gue yang sebenarnya ada di http://desperadroo.blogspot.com
Maen ke sana ya?
Trus yang ini buat apa? Yang ini cuma buat teaser aja. Gak penting banged. Hwehehehe.. XD
Membosankan sekali. Ya ampun. Lecture hari ini membosankan sekali. Topik apa yang dibahas tadi? Asam nukleat? Oh ya. Kenapa aku bisa lupa ya? Ya ampun.
Asam Nukleat - 20/09/06
Nukleotida, terdiri dari: basa nitrogen, 5-carbon sugar, fosfat.
Asam nukleat
- RNA
- DNA
merupakan ikatan panjang yang terdiri dari nukleotida.
Pk 13.35
Tunggu dulu. Sejak kapan lecture tidak membosankan? Keluh. Kalau begini caranya bagaimana bisa aku lulus tahun pertama ini?
Ah, ya sudahlah. Kita pikirkan itu belakangan saja. Sekarang coba kita dengarkan si Dokter Kumis Ganteng itu bicara.
OAHM.
Pk 13.40
Ucur dan Vania tadi kayaknya mesra banget di kantin.. Sebal. Vania? Kakinya masih keseleo gak ya? Di mana sih dia?
Pk 13.41
Oh, itu dia di sana.
Pk 13.42
Ya ampun. Bosan sekali. Baca komik saja.
Pk 14.30
Akhirnya aku benar-benar menghabiskan sisa lecture ini dengan ngobrol bareng Cahyo dan baca komik-sambil-sembunyi-di-balik-notebook. Duh. Benar-benar mahasiswa teladan.
Pk 15.00
ARGH.
P.S. Momen gojal ini dipersembahkan oleh biskuit Roma.. Sudah tradisi.. *stress mode on* http://desperadroo.blogspot.com
Bingung harus berbuat apa dalam rangka mengisi HUT RI ini? Bosan dengan
lomba panjat pinang dan balap karung di kompleks? Mencari alternatif
hiburan yang bermanfaat serta berbobot? Jangan khawatir. Kami punya semua itu untuk anda! Beginilah cara saya mengisi hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-61 ini:
1. Online sampai subuh.
2. Mem-browse banyak hal-tak-penting-namun-begitu-menarik di Wikipedia, seperti: kutukan aneh yang menimpa cast film Poltergeist, 540 (lima ratus empat puluh!) karakter di game Suikoden I-V atau biografi finalis Idol sedunia.
3. Membicarakan hal-hal penting dan life-changing bersama Danie dan Cornie, seperti:
a. Model rambut apa yang seharusnya dipilih Cornie (menurutku dia harus mencoba tatanan-rambut-bergelombang-ditiup-angin-ala-Titi-Kamal atau model-sok-ngepunk-warna-warni-ala-Maia-Ratu);
b.
Saling membandingkan Friendster saudara sendiri satu sama lain (dan
dipastikan Cornelia menang mutlak dengan Friendster kakak lelakinya
yang bertato triquetra, setengah telanjang dan beristrikan bule! Gash);
Ya.
Aku pergi juga, akhirnya (dengan mobil dan supirku, tentu saja).
Oh, please. Jangan lakukan ekspresi di-mana-harga-dirimu-Droo itu!? Kamu juga akan tersentuh kalau Manta meneleponmu khusus hanya untuk bilang,
Manta: (dengan nada sedikit sedih) Dateng aja, gak usah pake mobil juga gak apa-apa, kok. Kita bisa pergi naik taksi dari sekolahan.
Droo: (di ujung telepon, merasa tidak enak telah meragukan ketulusan hati seorang teman) …
Maksudku, mungkin aku memang
se-fun ITU kan? Siapa tahu memang segala teori konyolku tentang
aura-bersahabat-berpendar itu memang ada? Siapa tahu kalau ternyata
diriku memang se-oke itu untuk diundang ke acara makan-makan seseorang
yang baru aku ajak bicara dua minggu lalu?
Oh, PUH-lease. Siapa sih yang akan termakan bualan itu?
Rabu, 26 Juli 2006
Pk 07.00
Oke. Hari ini kan acaranya? Jam berapa dia suruh aku sampai di Kanisius?
Jam 8.30?
Oke. Masih ada waktu untuk siap-siap nanti.
Tidur lagi. Aku kan baru tidur enam jam (!). For goodness’ sake! Aku berhak untuk tidur nyenyak dong!
Pk 07.30
Julius datang. Dia sudah SMS kemarin, mau pergi ke sekolahan bareng aku dari rumah. Oh, hai Julius.
Tidur lagi.
Pk 07.45
Masih tidur.
Pk 08.00
Masih tertidur pulas seperti Sleeping (But-Not) Beauty. Julius sedang baca komik.
Pk 08.05
Oke. Sudah bangun.
…
Tapi masih ngantuk.
Pk 08.07
Oke. Sekarang aku benar-benar bangun!
Berapa lama sih yang kubutuhkan untuk mandi? Lima menit saja paling!
Pk 08.35
Rasanya
rambutku masih gatal. Apa tadi bilasnya kurang bersih ya? Duh, rambutku
sudah kepanjangan. Harus potong rambut, ingat itu, Droo.
Uh-oh,
lihat, jam berapa sekarang!? Di mana supir sialan itu? Pasti belum
datang, kan? Bagus. Bisa dijadikan alasan untuk Manta kenapa
aku-datang-telat.
Senin, 24 Juli 2006
Pk 21.00
Baiklah.
Aku baru saja selesai dari acara
mandi-malam-malamku-padahal-aku-cuma-mandi-sehari-sekali-sekarang,
ketika aku mendengar suara telepon berdering.
Oke. Ralat.
Aku sudah mendengar suara telepon itu jauh
sebelum aku selesai mandi. Entahlah. Sepertinya ada seseorang yang
mencoba menghubungiku sewaktu mandi. *geleng-geleng kasihan* Dia tidak
tahu seberapa lama aku mandi.
Well, anyway, ternyata Pramanta menelepon. Kira-kira begini dialog yang terjadi saat itu.
Droo: (sedang mengeringkan rambut dengan handuk) Halo?
Manta: Halo, Andrew-nya ada?
Droo: Siapa ya?
Manta: Manta.
Manta?
Coba ingat-ingat. Oke. Manta = sesama murid di SMA Kolese Kanisius =
sesama alumni SMA Kolese Kanisius = sesama calon mahasiswa kedokteran
(bedanya, dia diterima di Atmajaya dan aku, secara menyedihkan dan
hampir tidak percaya mengakui ini di internet yang dapat dibaca SEMUA
orang, tidak) = seseorang yang TIDAK pernah benar-benar kuajak bicara
sewaktu sekolah = seseorang yang BARU benar-benar bicara padaku dua
minggu lalu di farewell party Bryant.
Ada apa ya?
Droo: (masih sibuk mengeringkan rambut dengan satu tangan) Oh, jadi lo yang daritadi nelpon pas gue mandi? Napa?
Manta: Gile. Lo mandi atau berendem siih? Lama banget.
See?
Fakta bahwa beliau tidak tahu seberapa lama aku mandi menunjukkan hubungan kami tidaklah sedekat itu.
Droo: Ada apa ya?
Manta: Eh, lo sibuk gak hari Rebo besok?
Droo: (langsung menyimpulkan sendiri) Kayaknya sih gak. Acaranya di mana? Jam berapa? Emang lo kenapa? Farewell?
Manta: (agak terkejut) Er.. Gak.
Droo: (langsung menyimpulkan sendiri) Happy birthday ya. Mau kado apa?
Manta: … (speechless)
Anyway,
kenapa seseorang yang baru benar-benar bicara denganku dua minggu lalu
tiba-tiba mengajak pergi? (Harus ingat untuk menghilangkan kebiasaan
buruk: negative thinking).
Droo: Siapa aja yang ikut?
Manta: Yang tadi gue telepon sih, ada Julius, Stevie,
(sebuah-nama-yang-tidak-begitu-gue-kenal),
(sebuah-nama-lain-yang-gue-tidak-begitu-yakin-siapa-dia) sama si
(tau-deh-siapa-yang-dia-sebut).
Oke. Manta mungkin ingin
merayakan ulang tahunnya dengan teman-temannya. Dan secara kebetulan,
aku, orang yang baru benar-benar bicara dengannya dua minggu lalu
padahal kami menghabiskan tiga tahun terjebak di gedung sekolah yang
sama, DIAJAK. Wew. Dia pasti melihat aura-aura ajaib yang berpendar di
sekitarku. Kau tahu, salah satu di antara
aura-bersahabat-yang-membuat-semua-orang-merasa-menjadi-sahabatnya itu.
Droo: (berpikir) Hmm. Jam berapa?
Manta: Besok jam delapan kumpul di sekolah. Tapi..
Tapi apa?
Kalau hidupku adalah sebuah film. Maka sekarang film ini baru mulai di bagian perkenalan. Oke. Bagaimana dengan opening credits? Awal yang baik untuk memulai sebuah film.
Oke. Sekarang intro lagunya masuk. Lagu yang upbeat mungkin? Atau–tunggu! Mungkin lagu slow jazz macam My Funny Valentine?
Kayaknya cocok juga dengan mood film ini. Baik, kita ulang sekali lagi
dari awal. Nah, itu dia alunan denting pianonya masuk. Jazzy juga.
Dan, yap, itu dia karakter utama film ini–aku. Siapa lagi? Dan, whoops, itu dia nama pemerannya di sudut kanan bawah: Andrew Handisurya. Oke, sedang apa Andrew di opening credits-nya? Coba kita lihat. Ah, itu dia sedang menunggu kereta belanjaan di depan pintu masuk Carrefour. Oke. Harus ingat untuk mencari lokasi yang lebih keren daripada Carrefour Duta Merlin untuk adegan berikutnya.
Sekarang
ada empat anak kecil mendekatinya. Apa yang mereka lakukan? Iuh. Lihat
deh bajunya. Kok gak terawat banget sih? Salah satunya bawa gelas AQUA kosong lagi.
"Om, minta uang, om," pinta si kecil berambut ikal. Anak kecil di sebelahnya ikut-ikutan menyodorkan tangannya ke arah Andrew.
Sekarang close-up shoot ke muka Andrew diiringi narasi dari karakternya di latar belakang. "Oke. Gue ada duit di dompet. Should I give it to her or not?"
Anak
kecil berambut ikal itu masih saja menyodorkan gelas kosongnya. "Om..
Minta duit, om." Denting piano di latar belakang terdengar semakin
mendayu-dayu.
Close up lagi ke muka si Andrew. Uh. Harus ingatkan bagian tata rias untuk lebih kerja keras daripada ini. Mudah-mudahan tidak ada yang menyadari barisan ‘masalah kulit’ (ehem) di dagu dan pipi itu.
"Ya udahlah. Gak ada salahnya gue kasih ribuan berapa lembar. Gak ada salahnya kan?" Kamera
kita bergerak turun mengikuti tangan karakter utama kita yang sedang
merogoh dompetnya di saku. Tangannya gemetaran. Ada yang memperhatikan
itu? Karakter utama kita sepertinya grogian dengan hal-hal seperti ini.
Napasnya agak sedikit terengah-engah. Entahlah, mungkin ada masalah
psikologis personal dengan tekanan dari orang? "Eh. Tunggu dulu." Gerakan tangannya berhenti untuk sesaat. "Dia bilang apa tadi? OM??"
Dan tiba-tiba bunyi denting piano kita berganti dengan suara pita kaset rusak.
So, apa yang harus ditulis di sini? Udah lama gak ngeblog. Udah lupa
caranya nulis cerita. Hari-hari gue berlalu begitu saja tanpa ada
sesuatu yang menarik. Bosan.
Ah.
Anyway, seperti yang sedikit orang ketahui, gue menghabiskan empat hari gue belum lama ini di vilanya mas Audric. Ada gue, Kika, Leli, Leo B dan Aji.
Menarik sih. Bangun, ngobrol, makan, main-main, nonton film, tidur. Eh,
tau-tau empat hari udah lewat begitu aja. Jadi sedih juga sih. Huhuhuhu.
Jadi inget, di hari terakhir nginep di sana, gue dan Aji secara aneh punya mimpi yang rada mirip dan rada horor.
Mimpi gue: gigi gue ditarik-tarik sama dokter gigi.
Mimpi Aji: empat giginya copot.
Apa artinya ya? Bukannya kalau mimpi tentang gigi copot (apalagi kalau sampai ketelen) itu artinya jelek banget ya?
Gue
inget banget, pas kecil dan lugu dulu (sekarang juga masih sih), gue
baca sebuah artikel di tabloid nyokap tentang pesta pernikahan sepasang
pengantin yang berubah jadi bencana, gara-gara semua orang yang dateng
keracunan makanan.
Dan coba tebak, apa mimpi si pengantin perempuan sehari sebelumnya?
..
Coba aja tebak.
Iya. Dia mimpi giginya copot.
… *hening*
*teringat mimpi sendiri*
Duh. Mana sekarang lagi jamannya gempa lagi.
Langsung deh, gue (dan kebiasaan sok dramatisir gue) berkali-kali ngingetin si Aji. Seperti waktu..
Aji: (baru selesai ceritain mimpi)
Droo: ..Ji, banyak doa ya?
Atau, waktu..
Aji: (lagi belanja)
Droo: ..jangan lupa doa ya?
Atau pas lagi di mobil.
Aji: (lagi duduk)
Droo: (gak ada apa-apa, tiba-tiba aja ngomong) Banyak doa ya, Ji.
Aji: (udah bosen) …
Anyway, jadi inget mimpi Aji yang lain.
Aji: Kalau mimpi melahirkan artinya apa ya?
Droo: Eh, melahirkan? Lo mimpi melahirkan? -_-;
Aji: GAKlah. –; Si Helen (pacarnya Aji) mimpi.
Droo: Oh. Trus?
Aji: ..tapi katanya bukan anak gue. -_-;
Droo: OOH.
Ah, namanya juga bunga tidur, Ji.
P.S. Untuk penjelasan yang lebih rasional daripada arti mimpi di primbon atau buku togel, mari mampir ke sini dan sini.
Namaku Andrew. Andrew Handisurya–ditambah lagi embel-embel "I Wayan" di depannya. I untuk menjadi anak lelaki. Wayan untuk menjadi anak pertama (atau kelima, tergantung darimana kau melihatnya). Handisurya untuk nama marga. Dan Andrew, mungkin hanya, karena Prince Andrew sedang heboh dibicarakan ketika aku lahir.
Tidak kreatif, ya?
Aku tidak suka namaku. Menurutku terlalu.. aneh? Berbeda? Entahlah. Kika
mungkin akan berkata hal-hal semacam "Cintailah dirimu sendiri" atau
"Syukurilah apa yang kau dapat" ketika aku berbicara hal-hal seperti
ini. Tetapi sayangnya aku tidak bisa. Atau memang tidak mau
melakukannya. (Yang ngomong-ngomong, membuatku sedikit iri akan cara
berpikir dan bertindak Kika yang begitu dewasa..).
Coba lihat ini: semua anak Papa selalu punya pola di namanya. Semua kecuali aku. Iyenne, Ingrietde, Irene. Michael, Andrew, Marshall. Merasa ada sesuatu yang janggal di antara deretan nama itu?
Ah, sudahlah.
Sejak dulu aku tahu aku memang berbeda. Seperti tagline film Lilo & Stitch: "There’s one in every family". Kurasa akulah Stich-nya
keluarga ini. Aku selalu merasa aku berbeda. Bahwa sebenarnya aku di
sini untuk sesuatu yang lebih besar. Entahlah. Suatu jalan kehidupan
yang terkadang sering kulihat di film-film Hollywood. (Dan inilah saat
di mana karakter utamanya–AKU–berjalan menuju matahari terbenam
sambil diiringi desiran angin).
Mungkin karena itu aku terobsesi
secara berlebihan menjadikan segala sesuatunya seperti sebuah adegan di
film. Seperti misalnya ketika seseorang berbicara mengenai masa depan
dan harapan, dan, ZAP, secara ajaib film langsung berpindah setting ke
sepuluh tahun kemudian? Seperti pembukaan film Crossroads itu lho.
Yeah, I’m the teenage drama king.
"..tahu gak, kalau di film-film, sekarang udah langsung fade in ke sepuluh tahun kemudian. Kira-kira apa ya? Audric jadi arsitek,.. "
"Andrew jadi dokter!" Audric, si brewokan nan gojal, tiba-tiba menyela. Nyebelin banget. Apa dia gak tahu susah banget menciptakan momen Frenship kayak begini?
"Amin."
Aku mencoba memasang nada
kok-kamu-tahu-aja-sih-tapi-aku-harus-tetap-rendah hati. "Teru–" Aku
mencoba melanjutkan mood yang terputus, tapi..
"EH! KIK! ITU SCORPIONNYA! TENDANG! TENDANG!! PAKE FURY-NYA!"
Dan
perhatian semua orang tiba-tiba sudah beralih lagi ke televisi dan
seorang pria berpakaian aneh yang sedang membantai sekelompok prajurit
Mesir dengan tombaknya.
Bagus.
http://desperadroo.blogspot.com
Hello, welcome to the not-so-official site of the ABC’s greatest tv series, Desperate Houseboy. Currently Droo and the other casts are filming the 99th season in an island somewhere in the Pacific Ocean. The 99th season of Desperate Houseboy tells a story about a boy named Droo whose plane crashed during a flight to New York.
"It is quite corny and entertaining in the same way," said guest actress Dian Sastra in a recent interview. "I meant, you can watch BOTH Desperate Housewives and Lost in one story. How amazing and corny is that, EH?"
Anyway, fans of the series shouldn’t worry, because the executive producers of the show have created a blog that the fans can visit until the filming production is over. "We want to make sure that the fanatic supporters of the show still follow it."
So, while you are waiting, why don’t you go and visit this awesome blog, eh?
http://desperadroo.blogspot.com